Selasa, 23 November 2010

Jangan Mengeluh, Bersyukurlah...

Artikel lagi dari milist gereja ku...semoga dapat memberikan pencerahan untuk semua yang membaca ya..GBU

Tuesday, 23 November 2010 14:31
Sebuah kata sederhana yang mungkin jarang kita gunakan dalam kehidupan sehari-Hari, tetapi seringkali Kita praktekkan langsung baik secara sadar maupun tidak sadar.
Kita semua pernah melakukan hal tersebut setiap saat tanpa menyadarinya.Tahukah Anda semakin sering kita mengeluh, maka semakin sering pula kita mengalami hal tersebut.

Mengeluh adalah hal yang sangat mudah dilakukan dan bagi beberapa orang hal ini menjadi suatu kebiasaan. Dan parahnya lagi mengeluh menjadi suatu kebanggaan. Bila Anda memiliki dua orang teman, yang pertama selalu berpikiran positif dan yang kedua selalu mengeluh, Anda akan lebih senang berhubungan dengan yang mana?


Menjadi seorang yang pengeluh mungkin bisa mendapatkan simpati dari teman kita, tetapi tidak akan membuat kita memiliki lebih banyak teman dan tidak akan menyelesaikan masalah kita, bahkan bisa membuat kita kehilangan teman-teman.

Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa kita mengeluh? Kita mengeluh karena kita kecewa bahwa realitas yang terjadi tidak sesuai dengan harapan kita. Bagaimana kita mengatasi hal ini. Caranya sebenarnya gampang-gampang susah, kita hanya perlu bersyukur. Saya percaya bahwa di balik semua hal yang kita keluhkan pasti ada hal yang dapat kita syukuri.

Sebagai ilustrasi, Anda mengeluh dengan pekerjaan Anda. Tahukah Anda berapa banyak jumlah pengangguran yang ada di Indonesia? Sekarang ini hampir 60% orang pada usia kerja produktif tidak bekerja, jadi bersyukurlah Anda masih memiliki pekerjaan dan penghasilan.

Atau Anda mengeluh karena disuruh lembur atau disuruh melakukan kerja ekstra. Tahukah Anda bahwa sebenarnya atasan Anda percaya kepada kemampuan Anda? Kalau Anda tidak mampu tidak mungkin atasan Anda menyuruh Anda lembur atau memberikan pekerjaan tambahan. 

Bersyukurlah karena Anda telah diberikan kepercayaan oleh atasan Anda, mungkin dengan Anda lebih rajin siapa tahu Anda bisa mendapatkan promosi lebih cepat dari yang Anda harapkan.

Bersyukurlah lebih banyak dan percayalah hidup Anda akan lebih mudah dan keberuntungan senantiasa selalu bersama Anda, karena Anda dapat melihat hal-hal yang selama ini mungkin luput dari pandangan Anda karena Anda terlalu sibuk mengeluh.

Cobalah untuk melakukan beberapa hal berikut ini:
1. Bersyukurlah setiap hari setidaknya satu kali sehari. Bersyukurlah atas pekerjaan Anda, kesehatan Anda, keluarga Anda atau apapun yang dapat Anda syukuri. Ambilah waktu selama 10-30 detik saja untuk bersyukur kemudian lanjutkan kembali kegiatan Anda.

2. Jangan mengeluh bila Anda menghadapi kesulitan. Tutuplah mata Anda, tarik nafas panjang, tahan sebentar dan kemudian hembuskan pelan-pelan dari mulut Anda, buka Mata Anda, tersenyumlah dan pikirkanlah bahwa suatu saat nanti Anda akan bersyukur atas semua yang terjadi pada saat ini.

3. Biasakan diri untuk tidak ikut-ikutan mengeluh bila Anda sedang bersama teman-teman yang sedang mengeluh dan beri tanggapan yang positif atau tidak sama sekali. Selalu berpikir positif dan lihatlah perubahan dalam hidup Anda.

Semakin banyak Anda bersyukur kepada Tuhan atas apa yang Anda miliki, maka semakin banyak hal yang akan Anda miliki untuk disyukuri.

"Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu." (1 Tesalonika 5:18)

Minggu, 21 November 2010

Si Ceria dan Si Murung

Artikel saduran dari Milist Gereja aku...semoga bermanfaat =)



Seperti namanya, Ceria mempunyai sifat periang, selalu gembira, dan selalu tersenyum. Sebaliknya Si Murung mempunyai perangai yang cemberut, selalu sedih, dan jarang tersenyum. Suatu ketika orangtua mereka berpikiran untuk membuat Si Murung tersenyum gembira dan membuat Si Ceria menjadi cemberut dan sedih. Nah, orangtua merekapun mulai memikiran apa yang menjadi kesenangan mereka!

Si Cemberut yang menginjak masa ABG sedang terkena demam HP, jika pergi dengan teman-temannya sering kali ia meminjam HP milik temannya untuk menelpon. Kemudian orangtuanya membelikan dia HP supaya dia menjadi senang dan gembira.

Sewaktu cemberut pergi sekolah HP itu dibungkus oleh orangtuanya dengan kertas kado yang bagus dan diletakkan di kamarnya. Sewaktu Cemberut pulang ia segera masuk ke kamarnya, dan ia melihat ada kado di kasurnya. Dengan sigap ia cepat-cepat membuka kado itu dan ia terkejut sekali ketika di dalamnya berisi HP. 

Wajahnya tersenyum, tapi tidak lama. Kemudian ia murung lagi karena ia berpikiran kalau-kalau HP ini ia bawa pasti teman-temannya akan banyak yang pinjam, terus kalo rusak biayanya pasti mahal. Di benaknya selalu muncul pikiran yang negatif, sehingga kado HP itu menjadi beban baginya. Dan yang keluar dari mulutnya adalah omelan-omelan dan umpatan, bukannya terima kasih kepada orangtuanya.

Si Ceria yang senang dengan kuda, diberi oleh orangtuanya kotoran kuda dengan harapan ia menjadi cemberut dan sedih. Kotoran kuda yang dibungkus dengan menarik itu juga diletakkan di kamarnya. 

Sewaktu Ceria pulang ia juga terkejut ada kado di kamarnya. Dengan sigap ia membuka pula kado itu. Ketika dibuka bau busuk keluar dari kado itu, dan alangkah terkejutnya bahwa kado itu berisi kotoran kuda. Mukanya menjadi kebingungan sebentar. Dia berpikir, "Masa sih orangtuaku yang begitu mencintai aku memberi aku kotoran kuda, wah pasti ada sesuatu di balik hadiah ini!"

Setelah berpikir sebentar kemudian ia lari kepada orangtuanya dan mencium mereka. Orangtuanya sangat bingung dan terkejut kemudian bertanya, "Lho kamu itu diberi kotoran kuda kok senang sih?" 

Lalu Ceria menjawab, "Papa, Mama, saya tahu kalian sangat mencintai saya, jadi tidak mungkin memberi kotoran kuda kepada saya, pasti kotoran kuda itu adalah sebuah tanda. Kalau ada kotoran kuda, berarti ada kudanya. Saya tahu bahwa kalian akan membelikan kuda pony buat saya, dan sekarang mana kudanya?"
Kemudian orangtuanya berkata, "Lho kami hanya memberi itu kepada kamu." Ceria menyahut, "Tidak mungkin saya yakin pasti ada kudanya." Akhirnya orangtuanya mengalah, dan membelikan dia kuda pony.

Orang yang hidupnya merasa sangat dicintai Tuhan akan selalu berpikir bahwa Tuhan akan memberikan yang terbaik dalam hidupnya, walaupun dia sedang dalam penderitaan. Sehingga orang yang hidup dalam cinta kasih Tuhan akan selalu gembira dan ceria di dalam hidupnya. 

Sebaliknya orang yang tidak merasa dikasihi oleh Tuhan, akan merasa bahwa hidup ini menjadi beban penderitaan yang sangat panjang. Sehingga di dalam hidupnya akan gelisah, takut dan khawatir.

Senin, 18 Oktober 2010

Berdoa seperti yang Tuhan mau

Saduran dari milist gereja saya:

Yesus mengajar para murid untuk tidak berdoa seperti orang munafik, berdoa sedemikian rupa supaya dilihat orang dan untuk pujian manusia. Ia juga memperingatkan para murid untuk tidak berdoa seperti orang yang tidak mengenal Allah, yang berdoa dengan bertele-tele dan berpikir bahwa doa mereka akan didengar karena banyaknya kata-kata yang mereka ucapkan.
Yesus kemudian menyimpulkan dan memerintahkan agar para murid tidak menjadi seperti mereka—munafik dan tidak mengenal Allah—karena, Yesus berkata, “Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.” Dari bagian Alkitab yang singkat di Mat. 6:5-8 kita belajar bahwa Yesus mengetahui bagaimana banyak orang salah mengerti tentang doa.


Ia kemudian memerintahkan para muridNya untuk tidak berdoa seperti mereka berdoa. Pada saat yang sama, Yesus mengajar mereka pengertian yang benar tentang doa. Pertama-tama, doa haruslah dilakukan dengan kepekaan bahwa kita sedang berdiri di hadirat Allah, bukan manusia. Kedua, doa haruslah berakar kepada pengenalan yang benar akan Allah.

Doa yang benar harus selalu berlandaskan iman yang benar, percaya bahwa Allah yang Mahatahu mengetahui dan mendengar bahkan suara-suara hati kita. Allah sanggup membedakan antara motivasi yang benar dan salah dalam doa. Jika Allah adalah Allah atas segenap hidup kita, jika Allah adalah Raja di atas segala raja dan pemilik segala sesuatu yang ada, maka di dalam inti setiap doa seharusnya ada sebuah kerinduan yang tulus, sebuah hasrat yang taat untuk menyesuaikan kehendak kita dengan kehendakNya, bukan sebaliknya.

Itu sebabnya, sebisa mungkin, kita berdoa dengan kesadaran bahwa kita sedang berdiri di hadapanNya dan berdoa dengan pengenalan yang Allah yang sepantasnya. Theologi dan spiritualitas hanya bisa dibedakan dengan kata-kata, tetapi tidak bisa dipisahkan dalam prakteknya.

Lantas bagaimana kita harus berdoa? Apa yang Yesus mau kita pelajari tentang doa ketika Ia mengajarkan “Doa Bapa Kami,” doa yang seharusnya menjadi panutan bagi doa-doa yang lain?

“Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu.” (Matius 6:9; TB)
Ketika kita berdoa kepada Allah sebagai “Bapa kami,” kita menempatkan diri kita sebagai anak-anakNya di hadapan tahta suciNya, dan dengan pertolongan Roh Kudus kita memohon kepadaNya untuk membangkitkan di dalam diri kita sikap hormat seorang anak dan percaya kepadaNya. “Bapa kami” juga berarti bahwa kita tidak seharusnya berdoa hanya sebagai individu-individu, tetapi sebagai sebuah komunitas anak-anak Allah; tidak berdoa demi ambisi pribadi yang egois, tetapi bagi kebutuhan orang lain juga, dan yang terutama, agar NamaNya dipermuliakan melalui hidup, kata-kata, dan segenap perbuatan kita. “Karena itu berdoalah demikian,” kata Yesus.

"Datanglah KerajaanMu, jadilah KehendakMu di bumi seperti di surga." (Matius 6:10; TB)
Allah mengajarkan kita untuk berdoa "Dikuduskanlah NamaMu." Bagaimana kita bisa menguduskan nama Allah dan membuat NamaNya dihormati dan dipuji oleh orang-orang di sekitar kita? Dengan membiarkan diri kita diperintah oleh Firman dan Roh KudusNya, semakin menundukkan diri kepadaNya. Orang akan melihat melalui hidup kita bahwa Kerajaan Allah hadir ketika Allah menjadi Raja atas hidup kita: keluarga, pekerjaan, perkataan, dan perbuatan kita. Untuk menghadirkan Kerajaan Allah, kita perlu berdoa agar Allah menolong kita menyangkal kehendak pribadi kita dan menaati kehendakNya. Semakin kita mengenal hidup yang sejati, semakin kita menyadari bahwa hidup yang diperintah oleh kehendak Allah adalah satu-satunya hidup yg layak dihidupi. Ini adalah rahasia hidup penuh sukacita dan bahagia yang sejati.

"Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya." (Matius 6:11; TB)
Permohonan ini bukanlah basa-basi semata, namun sebuah permohonan yg tulus dan keyakinan iman bahwa kebutuhan jasmani kita hanya akan mendapatkan pemenuhan dari Allah, satu-satunya sumber dari segala sesuatu yg baik (Yak. 1:17). Di balik segala proses alami, transaksi ekonomi, dan mekanisme sosial yg kelihatan, kita mengaku bahwa tangan Allah yg tdk kelihatanlah yg menyediakan makanan kita sehari-hari. Allah bekerja dalam segala sesuatu untuk kebaikan kita (Rm. 8:29). Yesus mengajar kita utk meminta makanan "yang secukupnya," bukan untuk tahun-tahun mendatang, tapi utk hari ini. Allah menghendaki kita belajar bergantung kepadaNya dan meletakkan percaya kita kepadaNya di setiap hari dalam kehidupan kita, dan menarik rasa percaya kita kepada ciptaan-ciptaan yg lain, termasuk rasa percaya diri sendiri. Ia menghendaki kita meminta seporsi berkat yg cukup dan perlu untuk menopang kerinduan kita untuk memuliakan Dia dengan tubuh dan jiwa kita. Sudahkah kita mengucap syukur kepadaNya, yang telah memberi segala berkat yang kita terima?

"Dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami." (Matius 6:12; TB)
Yesus mengajar kita berdoa untuk memohon pengampunan kepada Allah, mengakui segala kelemahan dan dosa yang kita pernah lakukan dan memohon kemurahanNya mengalahkan semua itu yang masih melekat pada kita. Kita menerima pengampunan tersebut hanya jika kita percaya dan bertobat, dan dibasuh oleh darah Kristus. Pengampunan ini, bersama dengan pembaruan batin oleh Roh Kudus, membawa perubahan radikal dalam hidup yang tidak bisa dikembalikan. Kita bisa melihat perubahan radikal ini dalam hidup kita melalui dampak-dampaknya. Tidak ada tanda anugerah Allah yang lebih meyakinkan daripada hati yang mengampuni, hati yang dipenuhi oleh anugerahNya. AnugerahNya memampukan kita mengampuni diri dan berdamai dengan masa lalu kita. Tidak hanya kita akan melihat diri kita secara berbeda, kita juga akan melihat orang lain secara berbeda, dan juga dimampukan untuk mengampuni mereka. Mintalah pengampunan Allah dan belajarlah mengampuni!

"Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat." (Matius 6:13a; TB)
Alkitab berkata bahwa Allah tidak mencobai siapapun, dan tiap orang dicobai dan tergoda oleh nafsunya sendiri (Yak. 1:13). Doa ini mengajarkan kita: (1) dengan jujur mengaku kepada Allah bahwa kita sangat mudah jatuh ke dalam dosa dan menjauh dari tugas kita memuliakan Dia; (2) menyadari kehidupan yang penuh penderitaan dan kejahatan ini; dan (3) menyatakan kuasa Allah Mahatinggi yang mengatasi segala yang jahat. Diri kita begitu lemah sehingga kita tidak bisa berdiri sendiri sedetikpun. Ketika kita dicobai oleh musuh-musuh kita (iblis, dunia berdosa, dan kedagingan kita), kita harus berdoa agar Ia memberi kekuatan untuk menghadapi pencobaan sehingga kita tidak berdosa dan menjauh dari Allah. Ingatlah bahwa iblis berkeliaran mencari mangsa untuk dimakan! (1Ptr. 5:6-11) Itu sebabnya kita perlu berdoa agar Allah membatasi si jahat dan membela kita dari kejahatan sekarang dan yang akan datang dengan membebaskan kita dari cengkeraman cakar-cakar mereka.

"Karena Engaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin." (Matius 6:13b; TB)
Bagian penutup Doa Bapa Kami mendorong kita untuk sekali lagi mengaku bahwa segala permintaan kita dalam doa didasari atas kepercayaan kita sepenuhnya akan Allah sebagai Raja, bahwa Ia memiliki segala kuasa untuk menjawab doa-doa kita, untuk memberi kepada kita segala yang baik, dan bahwa melalui semua permintaan kita, bukan kita, tapi biarlah Nama Allah yang kudus yang dipermuliakan. Sangatlah penting bagi kita untuk senantiasa mengingat akan Kerajaan Allah, kuasa, dan kemuliaanNya ketika berdoa, sehingga kita bisa berdoa secara efektif tanpa terlarut dalam kata-kata manusia yang sia-sia belaka. Marilah berdoa bukan untuk keinginan atau agenda pribadi kita, tetapi mari memanjatkan doa-doa yang menyenangkan Allah, sbgmn yg Yesus ajarkan kpd kita. Biarlah kata-kata Tuhan kita Yesus Kristus dalam doa ini mengajar kita dan menanamkan kerinduan untuk berdoa dengan sungguh-sungguh.


"Lagipula, berdoa adalah mengarahkan pikiran kepada Allah, dan sebuah percakapan denganNya yang tak tertandingi oleh apapun yang sanggup membakar hati manusia dengan hasrat surgawi dan dengan penuh kuasa mengubah pikiran sesuai dengan kehendak Allah." (The Tetrapolitan Confession (1530), Ch. VII) Yuzo Adhinarta


Terima kasih untuk Maxwel K untuk artikelnya

Selasa, 13 Januari 2009

Hargai PengorbananNya

Artikel berikut adalah copy dari sebuah email yang saya terima....Artikel ini sangat menggerakan saya untuk lebih sadar kepada pengorbanan yang tanpa syarat oleh Tuhan Yesus kepada kita semua.. Goossh...Jujur, terkadang kita terlena dan lupa dengan berkat-berkat yang begitu melimpah yang kita terima dari Tuhan Yesus. Kita selalu menganggap bahwa kekuatan diri kita adalah yang menentukan bagaimana kita dapat berhasil, dan cenderung melupakan "The Owner of our self".. semoga artikel dapat menggerakan kita semua

Ada seorang Profesor mata kuliah Religi yang bernama Dr. Christianson yang mengajar di sebuah perguruan tinggi kecil di bagian barat Amerika Serikat. Dr. Christianson mengajar Kekristenan di perguruan tinggi ini dan setiap siswa semester pertama diwajibkan untuk mengikuti kelas ini. Sekalipun Dr. Christianson berusaha keras menyampaikan intisari Injil kepada kelasnya, ia menemukan bahwa kebanyakan siswanya memandang materi yang diajarnya sebagai suatu kegiatan yang membosankan. Meskipun ia sudah berusaha sebaik mungkin,kebanyakan siswa menolak untuk menanggapi Kekristenan secara serius.

Tahun ini, Dr. Christianson mempunyai seorang siswa yang spesial yang bernama Steve. Steve belajar dengan tujuan untuk melanjutkan studinya ke seminari dan memiliki kerinduan yang besar untuk masuk ke dalam pelayanan. Steve seorang yang populer, ia disukai banyak orang, dan seorang atlet yang memiliki fisik yang prima dan ia merupakan siswa terbaik di kelas professor itu.

Suatu hari Dr Christianson meminta Steve untuk tidak langsung pulang setelah kuliah karena ia mau berbicara kepadanya.
"Berapa push up yang bisa kamu lakukan?"
Steve menjawab, "Saya melakukan sekitar 200 setiap malam."
"200? Lumayan itu, Steve," Dr. Christianson melanjutkan. "Apakah kamu dapat melakukan 300?"
Steve menjawab, "Saya tidak tahu. Saya tidak pernah melakukan 300 sekaligus."
"Apakah kamu pikir kamu dapat melakukannya? " tanya Dr.Christianson.
"Ok, saya bisa coba," jawab Steve.
"Saya mempunyai satu proyek di kelas dan saya memerlukan kamu untuk melakukan 10 push up setiap kali, tapi sebanyak 30 kali, jadi totalnya 300.Dapatkah kamu melakukannya? " tanya sang profesor.
Steve menjawab, "Baiklah, saya pikir saya bisa. Ok, saya akan melakukannya. "
Dr Christianson berkata, "Bagus sekali! Saya memerlukan Anda untuk melakukannya Jumat ini."
Dr Christianson kemudian menjelaskan kepada Steve apa yang ia rencanakan untuk kelas mereka pada Jumat itu.

Pada hari Jumat, Steve datang awal ke kelas dan duduk di bagian depan kelas.Saat kelas akan dimulai, sang profesor mengeluarkan satu kotak besar donat.

Bukan donat biasa tetapi yang besar dengan krim ditengahnya. Setiap orang sangat bersemangat karena kelas itu merupakan kelas terakhir pada hari itu dan mereka bisa menikmati akhir pekan setelah pesta di kelas Dr Christianson.

Dr. Christianson pergi ke baris pertama dan bertanya, "Cynthia, apakah kamu mau salah satu dari donat ini?" Cynthia menjawab, "Ya". Dr. Christianson lalu berpaling kepada Steve, "Steve, apakah kamu mau melakukan 10 push up agar Cynthia bisa mendapatkan donut ini?" "Tentu saja!" Steve lalu melompat ke lantai dan dengan cepat melakukan 10 push up. Lalu Steve kembali ke tempat duduknya. Dr.Christianson meletakkan satu donat di meja Cynthia.

Dr. Christianson lalu pergi siswa selanjutnya, dan bertanya, "Joe, apakah kamu mau satu donat?" Joe berkata, "Ya." Dr. Christianson bertanya, "Steve, maukah kamu melakukan 10 push up supaya Joe bisa mendapatkan donatnya?" Steve melakukan 10 push up, dan Joe mendapatkan donatnya. Begitulah selanjutnya di baris yang pertama. Steve melakukan 10 push up untuk setiap orang sebelum mereka mendapatkan donat mereka. Di baris yang kedua, Dr. Christianson berhadapan dengan Scott. Scott seorang pemain basket, dan fisiknya sekuat Steve. Ia juga seorang yang sangat popular dan punya banyak teman wanita.

Saat profesor bertanya, "Scott apakah kamu mau donut?" Jawaban Scott adalah, "Baiklah, bisakah saya melakukan push up saya sendiri?" Dr. Christianson berkata, "Tidak, Steve yang harus melakukannya. " Lalu Scott berkata, "Kalau begitu, saya tidak mau donatnya." Dr. Christianson mengangkat bahunya dan berpaling kepada Steve dan meminta, "Steve, apakah kamu mau melakukan 10 push up agar Scott bisa mendapatkan donat yang tidak ia kehendaki?" Dengan ketaatan yang sempurna Steven mulai melakukan 10 push up. Scott berteriak, "HEI! Saya sudah berkata, saya tidak menginginkannya! " Dr Christianson berkata, "Dengar! Ini kelas saya dan semua ini donat saya. Biarkan saja di atas meja jika kamu tidak menginginkannya. " Ia lalu menempatkan satu donat di atas meja Scott.

Saat itu Steve sudah mulai melakukan push up dengan agak perlahan. Ia hanya duduk di lantai saja karena terlalu capek untuk kembali ke tempat duduknya. Ia mulai berkeringat. Dr. Christianson mulai di baris ketiga. Para siswa mulai marah. Dr Christianson bertanya kepada Jenny, "Jenny, apakah kamu menginginkan donat ini?" Dengan tegas Jenny menjawab, "Tidak." Lalu Dr. Christianson bertanya Steve, "Steve, maukah kamu melakukan 10 push up lagi agar Jenny bisa mendapatkan donat yang tidak ia inginkan?"

Steve melakukan 10 push up dan Jenny mendapatkan satu donat. Ruang kelas sudah mulai dipenuhi oleh rasa tidak nyaman. Para siswa sudah mulai berkata,"Tidak! " dan semua donat dibiarkan di atas meja tanpa ada yang memakannya. Steve sudah kelelahan dan harus berusaha keras untuk tetap terus melakukan push up untuk setiap donat itu. Lantai tempat ia melakukan push up sudah dibasahi keringatnya dan lengannya sudah mulai kemerahan. Dr Christianson bertanya kepada Robert, seorang ateis yang paling lantang suaranya kalau berdebat di kelas, apakah ia mau membantu untuk memastikan bahwa Steve tidak curang dan tetap melakukan 10 push up untuk setiap donat karena dia sendiri sudah tidak sanggup melihat Steve melakukan push upnya.

Dr. Christianson sudah sampai ke baris keempat sekarang. Dan beberapa siswa dari kelas yang lain juga sudah mulai bergabung di kelas itu. Mereka duduk di tangga. Saat profesor menghitung kembali, ternyata ada 34 siswa sekarang di kelas. Ia mulai khawatir apakah Steve dapat melakukannya. Dr. Christianson melanjutkan dari satu siswa ke siswa selanjutnya sampai ke akhir baris itu. Dan Steve sudah mulai bergumul. Ia membutuhkan lebih banyak waktu untuk menyelesaikan push up-nya. Steve bertanya kepada Dr. Christianson, "Apakah hidung saya harus menyentuh lantai untuk setiap push up yang saya lakukan?" Dr.Christianson berpikir sejenak dan berkata, "Kamu yang melakukan push up.. Jadi terserah kamu. Kamu yang pegang kendali. Kamu bisa melakukan apa saja yang kamu mau." Dan Dr. Christianson melanjutkan ke siswa yang selanjutnya.

Beberapa saat kemudian, Jason, seorang siswa dari kelas lain dengan santai mau masuk ke kelas, dan sebelum ia melangkahi masuk, seluruh kelas berteriak serentak, "JANGAN! Jangan masuk! Kamu berdiri di luar saja!" Jason kaget karena ia tidak tahu apa yang sedang terjadi. Steve mengangkat kepalanya dan berkata, "Tidak, biarkan dia masuk." Professor Christianson berkata, "Apakah kamu sadar bahwa jika Jason masuk, kamu harus melakukan 10 push up untuk dia?"

Steve berkata, "Ya, biarkan dia masuk. Berikan donat kepadanya." Dr.Christianson berkata, "Ok Steve. Jason, kamu mau donut?" Jason yang baru masuk ke kelas dan tidak tahu apa-apa menjawab, "Ya, tentu saja, berikan saya donat." Steve melakukan 10 push up dengan sangat perlahan dan bersusah payah. Jason yang kebingungan diberikan satu donat.

Dr. Christianson sudah selesai dengan baris keempat dan mulai ke tempat siswa-siswa dari kelas lain yang duduk di tangga. Tangan Steve sudah mulai gemetaran dan ia harus bergumul untuk mengangkat dirinya melawan tarikan gravitas. Di waktu ini, keringatnya bercucuran, dan tidak kedengaran apa-apa kecuali bunyi nafasnya yang kencang. Mata setiap orang di kelas itu mulai basah. Dua siswa terakhir adalah dua siswa perempuan yang sangat popular, Linda dan Susan.

Dr. Christianson pergi ke Linda, "Linda, apakah kamu mau donat?" Linda dengan sedih berkata, "Tidak, terima kasih." Professor Christianson dengan perlahan bertanya, "Steve, maukah kamu melakukan 10 push up supaya Linda bisa mendapatkan donat yang tidak ia inginkan?" Dengan pergumulan yang berat, Steve dengan perlahan melakukan push-up untuk Linda. Lalu Dr Christianson berpaling kepada siswa yang terakhir, Susan. "Susan, kamu mau donat ini?" Susan dengan air mata yang berlinangan di pipinya mulai menangis, "Dr Christianson, mengapa saya tidak boleh membantunya? "

Dengan mata yang berkaca-kaca Dr. Christianson berkata, "Tidak, Steve harus melakukannya sendiri. Saya telah memberinya tugas itu dan ia bertanggungjawab untuk memastikan setiap orang mempunyai kesempatan untuk mendapatkan donat, tidak peduli apakah mereka menginginkannya atau tidak. Di kelas ini hanya Steve yang mempunyai nilai yang sempurna. Setiap orang telah gagal dalam ujian mereka, entah karena bolos kelas atau menyelesaikan tugas di bawah standar. Steve memberitahu saya bahwa pada saat latihan football, ketika seorang pemain melakukan kesalahan, pemain itu harus melakukan push up. Saya memberitahu Steve bahwa tidak ada seorang pun dari kalian yang boleh datang ke pesta saya kecuali Steve bersedia membayar harga dengan melakukan push up bagi kalian. Steve dan saya telah membuat perjanjian demi kalian semua."

"Steve, maukah kamu membuat 10 push up supaya Susan bisa mendapatkan donat?" Steve dengan sangat perlahan melakukan 10 push up yang terakhirnya. Ia tahu ia sudah menyelesaikan semua yang harus dia lakukan. Secara total, Steve telah melakukan 350 push up, tangannya tidak tahan lagi dan ia jatuh tersungkur ke lantai.

Dr. Christianson lalu berpaling ke kelas dan berkata, "Dan, demikianlah, Juru Selamat kita, Yesus Kristus, di atas kayu salib, Ia telah melakukan semua yang harus dilakukanNya untuk menyelamatkan kita. Ia menyerahkan semuanya. Dan sama seperti kalian yang ada di ruangan ini, ada begitu banyak orang yang membiarkan hadiah itu begitu saja di atas meja, sama sekali tidak disentuh."

Dua siswa mengangkat Steve dari lantai untuk duduk di kursi, walaupun sangat lelah secara fisik, Steve tersenyum bahagia. "Engkau sudah berbuat dengan baik, hambaku yang baik dan setia," kata professor dan ia menambahkan, "Tidak semua khotbah disampaikan dengan kata-kata." Berpaling kepada kelas, profesor berkata, "Harapan saya adalah kalian dapat memahami dan sepenuhnya mengerti akan semua kekayaan kasih karunia dan rahmat yang telah diberikan kepada kalian lewat pengorbanan Yesus Kristus. Allah tidak menyayangkan Putra Tunggal-Nya, tetapi menyerahkanNya untuk kita semua. Entah kita memilih untuk menerima atau menolak karunia-Nya, satu hal yang pasti: harganya sudah lunas dibayar."

"Apakah kita akan menjadi orang yang bodoh dan yang tidak bersyukur dengan meninggalkan hadiah itu di atas meja?"

Minggu, 04 Januari 2009

Pertama

Ini merupakan tulisan pertama saya di dunia maya, khususnya di blog...sampai saat ini saya masih belum ngeh dengan apa itu blog ??..hehhe..yang saya tahu bahwa di blog, kita bisa tumpahin semua unek2, pengalaman pribadi, problem..atau apa saja... Kata orang bijak, semuanya ada saat pertama kali, dan jika tak mengenal, maka tak sayang..hehehe....
Dalam suatu acara di salah satu stasiun televisi, tentang motivasi, disitu dikatakan oleh sang motivator bahwa Tuhan sudah menciptakan manusia dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Namun satu hal bagi kita yang ingin berhasil, fokuskan pada diri kita tentang hal-hal yang merupakan kelebihan kita. Masih belum tahu apa yang merupakan kelebihan kita? (jujur, saat ini saya pun sedang berusaha mencari tahu apa kelebihan saya yang positif), coba eksplor diri anda...Apa yang saya lakukan saat ini (menulis dalam blog) merupakan salah satu cara saya untuk mengeksplor kelebihan diri saya (hehehe, mungkin kedepannya saya bisa menjadi seorang penulis?..who knows..hehehhe).
Mungkin banyak hal yang masih kurang dalam penulisan saya ini...so buat para blogger yang sudah senior, monggo saya tunggu masukkannya, jujur saya butuh banget banyak masukan supaya saya bisa menjadi penulis yang baik...
Well, di Tahun yang baru ini, ada baiknya kita mencoba hal-hal baru yang dapat memberikan pengaruh positif dalam kehidupan kita terutama juga dapat memberikan pengaruh yang baik kepada lingkungan sekitar kita juga..
Wishing you all have a Blessed New Year..

Page Navigation Widget